oleh

Menantang Maut di Depan Demi Rakyat Pegunungan Bintang

Catatan Redaksi: 

Beberapa minggu yang lalu, anda mungkin menonton sebuah video yang viral di Youtube tentang seorang Bupati bersama istri dan anaknya melewati derasnya sungai kali biru di Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua. Di dalam mobil itu dia adalah Bupati Spei Yan Bidana, Ibu dan anak bungsunya.

Bupati Spei Yan Bidana mengetes alat berat di Distrik Pepera. (Foto-Fren)

Sekilas kalau kita melihat dari video itu, sebetulnya banyak orang jika tidak terbiasa, tidak berani mengambil sebuah keputusan untuk melewati air sungai itu sebab kondisinya tidak begitu bersahabat, setidaknya harus mengikuti jalan alternatif yang harus dipakai. Namun, hal itu tidak untuk seorang Bupati Spei Bidana. Derasnya air yang mengalir dengan jarak sekitar hampir 100 meter berani untuk dilewati. Ini adalah sebuah Tindakan berani yang tidak mudah.

Tentu banyak orang bertanya, lantas apa yang dia lakukan disana? Dapat dijelaskan bahwa ia melakukan sebuah tugas negara untuk melihat progress pembangunan jalan yang sedang dibangun Pemda Kabupaten Pegunungan Bintang. Akses jalan dari kota Oksibil – Distrik Kalomdol ke wilayah Kawor daerah Pegunungan Bintang yang berbatasan dengan Kabupaten Yahukimo.

Bupati Spei Yan Bidana di atas jembatan Kali Digoel (Foto-Fren)

Dalam banyak catatan, Bupati Spei ini memang lebih suka turun ke lapangan untuk bersama rakyat atau setidaknya ia mengecek pekerjaan yang sedang dibangun. Itu sebabnya orang yang ingin bertemu dengannya sedikit sulit untuk berhasil lantaran lebih banyak ia turun ke lapangan.

Untuk diketahui oleh Pemerintah Pusat, bahwa Kabupaten ini adalah beranda negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mestinya harus diberi porsi anggaran yang besar sebab seluruh akses jalan di daerah ini menghubungkan ke Negara Papua Nugini. Itu alasannya mengapa beban pembangunan jalan tidak bisa dipasang dalam anggaran belanja Kabupaten karena hanya akan menyelesaikan 1 atau 2 kilo meter saja sedangkan jalan antar distrik ke distrik mencapai puluhan kilometer.

Kondisi Pembangunan Jalan di Distrik Pepera. (foto-Fren)

Catatan kritis untuk Pemerintah Pusat bahwa Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam kepemimpinannya telah merubah cara pandang pembangunan bangsa ini dengan memulainya dari wilayah-wilayah pinggiran, terdepan dan terluar. Konsep ini adalah sangat tepat dan memiliki alasan bagaimana porsi anggaran itu harus besar untuk daerah seperti Kabupaten Pegunungan Bintang.

Hal lain yang perlu diketahui adalah sampai saat ini, biaya hidup rakyat di Kabupaten ini begitu tinggi dikarenakan tidak ada akses jalan yang baik. Jalan lintas Papua yang dikerjakan pemerintah pusat juga belum sampai ke Kota Oksibil, sehingga mobilisasi kebutuhan hidup masyarakat lebih banyak dengan angkutan udara.

Mobilisasi barang menggunakan Pesawat ke Distrik-Distrik Kabupaten Pegunungan Bintang. (foto-okmintv.com)

Ada yang menarik dan patut menjadi pelajaran bagi seluruh anak bangsa di perayaan HUT RI ke 77 di Kabupaten ini adalah Distrik-distrik di seluruh wilayahnya berhasil dengan baik melaksanakan perayaan HUT. Bahkan, para pekerja infrastruktur ikut mengambil bagian dalam upacaya. Ini adalah sebuah prestasi yang baik dilakukan pemerintah kabupaten untuk membangun citra positif bagi bangsa ini bahwa wilayah Pegunungan di Papua aman.

Upacara di Distrik Perbatasan Indonesia dan Papua Nugin. (foto-OkminTV)

Catatan terakhir bagi pemerintah pusat adalah pada tahun anggaran berikutnya diharapkan ada prioritas anggaran APBN yang masuk di daerah Perbatasan, khususnya Kabupaten Pegunungan Bintang untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan.

Catatan Jurnalis : Fren Lutrun*)

Komentar

Tinggalkan Balasan