oleh

Ini Bentuk Universitas Okmin Papua di Pegunungan Bintang

Pengantar Redaksi: Banyak kalangan, khususnya para elit dan partai termasuk kalangan pemuda dan aktivis mahasiswa mestinya menyadari bahwa langkah pemerintah untuk fokus kepada bidang pendidikan adalah sesuatu yang brilian. Sama seperti hal itu menjadi prioritas di negara-negara yang maju sebelumnya. Pendidikan selalau menjadi faktor penentu peradaban dan itu selalu menjadi alasan kuat pemimpin yang visioner akan hadir untuk membangun sebuah wilayah. Meskipun hasil dari prosesnya membutuhkan waktu yang relatif lama. 

Seperti yang dilakukan Spei Yan Bidana, sebagai Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang di Provinsi Papua adalah langkah yang terbilang sangat baik. Karena itu mengapa pemerintah merespon permintaan membangun Kampus tersebut itu tidak lain karena pemerintah menyadari bahwa langkah untuk membangun pendidikan menjadi faktor majunya daerah itu. 

Pertemuan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bitang dengan Kementerian PUPR di Jakarta.

JAYAPURA INFOSENATOR.COM – Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, ST.M.SI menegaskan, hadirnya Universitas Okmin Papua (UOP) di Oksibil menjadi salah satu gebrakan yang populis bagi dunia pendidikan di Tanah Papua.

Sebab selama ini, umumnya mahasiswa dari wilayah Pegunungan Papua memilih Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura karena dianggap murah. Tetapi daya tampung Uncen tentu terbatas.

“Dan universitas ini sejak awal kita dorong jadi Pusat Peradaban Melanesia Papua lewat Antropologi dan riset-riset. Tahun ini, semester dua, rektornya sudah turunkan mahasiswa untuk mulai lakukan riset skala kecil ke setiap kampung dan OPD. Kita mau ubah pola pendidikan yang konvensional tetapi berbasis riset,” kata Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST.M.Si saat dihubungi papuabangkit.com, Rabu, 1 Juni 2022.

Menuurt mantan Kepala Bappeda Pegubin ini, Universitas Okmin hadir untuk mengubah peradaban Papua karena berada di Pegunungan Papua yang letaknya di perbatasan negara, di daerah terluar dan terpencil. Karena itu, sudah menjadi kewajiban negara mendukung UOP guna mencerdaskan anak bangsa di wilayah ini.

“Oleh karena itu, ke depan kami juga akan terus berjuang lewat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi agar ke depan Universtas Okmin ini jadi universitas negeri. Tapi ini tentu lama, sama seperti Universitas Musamus Merauke dulu. Jadi Yayasan Okmin Papua meningkatkan fasilitas dan SDM dulu ke depan tahap demi tahap,” urai Spey.

Sekedar diketahui, perjuangan mendirikan Universitas Okmin Papua (UOP) hanya berlangusng tiga bulan. Pemda Pegubin bersama tim dari UKSW dan Prof. Ir. Yohanes Sardjono, APU bekerja keras untuk ini.

Tepat di hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2021, kabar gembira datang. Universitas ini resmi berdiri sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 344/E/O/2021 tertanggal 17 Agustus 2021 tentang Izin Pendirian Universitas Okmin Papua yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Okmin Papua.

“Mengapa kami dirikan universitas, karena tujuan kami adalah mengubah paradigma pembangunan pendidikan di Papua. Dulu kita cari pendidikan di Kota Jayapura, di luar Papua dan luar negeri. Saatnya kita ubah, kita siapkan mahasiswa kuliah di kampung kita sendiri. Semua output dari SMA dan SMA di Pegunungan Bintang dan kabupaten sekitarnya kita arahkan dan kuliahkan di situ supaya ekonomi kita pun bertumbuh,” tegas Bupati Spei.

(*Fren/GustyMasanRaya)

Komentar

Tinggalkan Balasan