oleh

Pesta Demokrasi VS Kepentingan Partai

Editorial: Fren Lutrun

Taktik politik Bakal Calon Presiden RI, Ir. H. La Nyalla Mahmud Mattalitti yang telah optimis sebagai #theNextPresiden2024 kali ini terbilang sangat kuat khususnya dikalangan masyarakat akar rumput. Bagaimana tidak, dukungan politiknya pada akhir bulan lalu hingga masuk bulan Ramadan tahun 2022, banyak kalangan mulai membicarakan kepentingan LaNyalla dalam kontestasi pilpres 2024 nanti.

Dalam banyak kepentingan, posisi LaNyala Mattalitti kemudian benar-benar telah menjadi perhitungan serius kalangan elit partai dan sejumlah konglomerat tanah air. Padahal sebelumnya, banyak yang masih menduga niat baik senator asal Jawa Timur itu apakah serius ataukah tidak.

Sisi lain, banyak pakar dan lakangan media ikut menganalisis kecenderungan dukungan politik ke LaNyalla itu dikarenakan Lanyalla mampu menerobos dan berani menantang dengan membangun gagasan baru perubahan di bangsa ini. Bagaimana kaum milenial itu bangkit dari keterpurukan, bagaimana partisipasi rakyat dalam membangun bangsa, termasuk berpesta dalam demorkasi.

Point pertama yang pernah diangkat La Nyalla adalah tentang presiden threshold yang dinilai banyak praktisi hukum kontitusi itu masih jauh dari harapan rakyat Indonesia untuk mandiri dan berpesta dalam demokrasi. Itu sebabnya rakyat menaruh simpatik ke LaNyala dengan dasar tersebut.

#theNextPresiden2024 telah menjadi tagar dimana-mana, tentang arus dukungan politik yang terus mengarah kepada sosok LaNyalla Mattalitti. Ini diprediksi akan semakin besar dukungan itu, jika kemudian kondisi bangsa Indonesia tidak Kembali pulih seperti awalnya.

Pada sisi lain, LaNyalla banyak melakukan konsolidasi politiknya di kalangan para pemuka adat, tokoh-tokoh nusantara, pemuka agama dan tokoh mudah. LaNyala kemudian dinilai sebagai sosok yang bisa menginspirasi bangsa ini untuk bangkit dari masa-masa keterpurukan seperti saat ini.

Dengan adanya keterbukaan informasi public dan desakan rakyat yang terus menguat kepada pemerintah, kalangan politisi dan elit partai kemudian memikirkan bagaimana merangkul tokoh Nasional ini. Sebab merangkul atau tidak merangkul terhadap sosok Lanyala memiliki dampak yang relative sama besarnya. Dalam artian keinginan rakyat menguat dan kepentingan partai juga terus menguat. Meski demikian, partai tidak bisa mengelak dengan fakta-fakta politik dengan banyak mayoritas rakyat menaruh simpatiknya kepada seseorang termasuk LaNyalla Mattaliti.

Isu yang paling seksi beberapa hari terakhir adalah soal big data yang disampaikan Luhut Binsar Panjaitan dan mendapat banyak protes, termasuk data yang dimiliki LaNyalla yang berbeda dengan versi itu. LaNyalla dalam hal ini tidak sekedar bicara soal data, melainkan aspirasi rakyat yang terus menumpuk kepadanya sebagai salah satu pucuk pemimpin di Parlemen.

Kita lihat saja nanti, bagaimana gerbong politik di kalangan partai dimainkan dan kepentingan rakyat yang terus membesar di kalangan masyarakat bawah dalam menyongsong pesta demokrasi 2024 mendatang.

Tim Editor Berita Media Timur

 

Komentar

Tinggalkan Balasan