oleh

Freni Lutruntuhluy Nilai Lingkaran Kekuasaan Ikut Mempersulit Akhir Masa Jabatan Jokowi

Ditulis Oleh: Alicia 

JAKARTA, INFOSENATOR.COM – Isu penundaan Pilpres yang di gaungkan sejumlah petinggi dan elit partai menyedot perhatian sejumlah elemen masyarakat. Salah satunya putera Melanesia, Freni Lutruntuhluy.

Aktivis Cipayung ini, melalui pesan What’sAp kepada sejumlah media di Jakarta pada jumat (11/03/2004) mengatakan, isu penundaan Pilpres ini sengaja dimainkan sejumlah elite partai dan orang dekat Presiden yang mencoba mencari simpatik dan keuntungan di akhir periode .

“Isu ini sengaja dimainkan saja segelintir elite yang bisa saja mencari untung di akhir periode pak Jokowi. Kita tau bahwa komitmen Presiden sangat jelas bahwa pemilu dilaksanakan sesuai jadwal dan beliau berharap pelaksanaannya berjalan baik. Janganlah kita membuat beban baru kepada pak Presiden”, jelas Freni Lutruntuhluy, putera asal Maluku itu.

Ia menegaskan, orang-orang yang termakan dengan isu inipun sebetulnya tidak sadar kalau mereka ikut membuat beban kepada presiden. Sebab hal itu akan menjadi pertimbangan pak Jokowi bahwa maju ketiga periode berarti dapat disimpulkan bahwa benar-benar beliau inginkan tiga periode. Sedangkan jika tidak justru menjadi beban tersendiri lagi kepada pak Jokowi. Artinya maju dan tidak akan sama saja ada bebannya.

“Nah, ini kan kasihan Pak Jokowi. Beliau sudah tegaskan ulang-ulang tetapi enak juga bola ini terus diputar”, jelasnya.

Putera Melanesia ini juga menganalisa justru isu perpanjang masa jabatan presiden menjadikan sejumlah elite politik di Senayan ikut-ikutan “menggosok” pimpinan daerah yang masa jabatannya juga hampir selesai sehingga diusulkan kepada Presiden untuk memperpanjang dengan kepentingan bisa untuk mengamankan tiga periode.

“Seiring dengan itu isu perpanjangan Jabatan presiden dan ini akan menguntungkan para elit DPR dan DPD yang bermain ini”, jelasnya.

“Konsolidasi politik yang mereka lakukan ini benar-benar menentang konstitusi sebab kita belum diijinkan oleh Undang-Undang kecuali ada amandemen. Elit di Senayan ikut “menggoreng ini di level kepala daerah sehingga kekuatan di level elit dianggap sebagai aspirasi rakyat, dan secara politis kepentingan memperpanjang masa jabatan itu aman dan bisa saja berjalan mulus”, tegasnya.

Ia menambahkan, baiknya DPR dan DPD RI menjalankan tugas-tugas yang diamanatkan rakyat dan tidak membingungkan rakyat dengan terus menggiring opini publik seolah-olah rakyat ikut mendukung perpanjangan masa jabatan presiden.

“Anggota DPR dan DPD RI sama- sama mencari celah untung dan ruginya. Sebab menggandeng kepada daerah itu juga bagian dari strategi mereka menjaga posisi untuk tetap aman. Tetapi mereka tidak tau bahwa saat ini rakyat Indonesia menghendaki pergantian kepemimpinan”, ujarnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan