oleh

Inilah Kinerja Julie Sutrisno Laiskodat Selama Dua Tahun Menjabat DPR RI

JAKARTA, MediaTimor.com– Tak terasa sudah dua tahun Julie Sutrisno Laiskodat menjabat anggota DPR RI mewakil daerah pemilihan NTT I.

Dalam kurun waktu itu, sudah banyak hal yang telah ditorehkan oleh Ketua Teritori Pemenangan Pemilu Wilayah Bali, NTB dan NTT DPP Nasdem ini.

Dalam keterangan rilis kepada media ini, Senin (28/2/2022), Bunda Julie, demikian sapaan akrabnya, dilantik menjadi anggota DPR RI menggantikan sejawatnya Johny G Plate yang didapuk oleh Presidem Jokowi sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi dalam Kabinet Indonesia Kerja.

Setelah dilantik menjadi anggota DPR RI, isteri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ini langsung menggebrak. Namun sayangnya, pada masa-masa awal sebagai anggota DPR RI, Indonesia dilanda pandemi Covid-19 yang membuat sejumlah
agenda-agenda kerakyatan yang harusnya dijalankan oleh Julie Sutrisno Laiskodat menjadi tidak maksimal.
Hal itu juga disebabkan oleh Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyatakat (PPKM) yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Meski demikian, Julie tak patah arang. Dengan sejumlah terobosannya, ia tetap berkarya tentu dengan memperhatikan anjuran dan protokol kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah. Untuk rapat-rapat Komisi
maupun Paripurna di gedung Senayan lebih banyak dilakukan secara online (virtual).

“Saya dilantik pada hari Kamis, 27 Februari 2020, di mana saya menjadi Pejabat Antar Waktu (PAW) dari kakak Johny G Plate yang dipilih Presiden sebagai Menteri
Komunikasi dan Informatika,” kata Julie yang juga ketua Dekranasda NTT ini.

Sebagai Anggota DPR RI/MPR RI Komisi IV Fraksi Partai NasDem

Sebagai Anggota Komisi IV DPR RI yang focus pada sektor Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Lingkungan
Hidup dan Kehutanan dan Badan Urusan Logistik (BULOG), Julie tetap
kukuh dalam tugas pokoknya sebagai wakil rakyat.

Dalam rapat-rapat atau sidang, ia tetap memperjuangkan aspirasi yang diberikan oleh masyarakat di dapilnya yang meliputi Flores, Lembata dan kabupaten Alor.

Sejumlah aspirasi masyarakat berhasil masuk ke gedung Senayan.

“Sidang parlemen tahun 2020-2021, dilaksanakan dalam situasi
pandemi Covid-19, sehingga kegiatan Perlemen banyak dilakukan
secara virtual. Namun kegiatan secara tatap muka tetap dilakukan dengan protokol Kesehatan,” jelasnya.

Adapun hasil aspirasi yang Ia salurkan yakni bantuan alat dan Mesin
Pertanian (Alsintan) berupa combine harvester besar, mesin rontok, traktor, pompa air dan sebagainya.

Program ini telah berjalan sejak
tahun 2020 hingga tahun 2022 ini. Sebagain besar alat ini telah didistribusikan
kepada kelompok tani, BioFlok, UPPO, Ruminansia Potong, Bang
Pesona, Kebun Bibit Rakyat (KBR), Hortikultura, Porang, Program benih cabe

dan benih bawang merah, Bantuan ayam, babi dan kambing, Benih Ikan, Pakan Ikan, Paket Ikan Kering, serta Bantuan Sumor Bor.

Semua penyaluran bantuan dan program itu disalurkan untuk seluruh

masyarakat atau kelompok yang tersebar di seluruh wilayah Dapilnya.

“Sebagai Anggota Komisi IV DPR RI, saya
telah melakukan berbagai program di Dapil NTT I; di mana setiap kunjungan saya selalu mendengar aspirasi dari masyarakat dan
tentunya saya akan perjuangkan,” kata Julie belum lama ini.

Julie menjelaskan, dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat, dirinya fokus pada permasalahan seperti Pangan (kesejahteraan Petani dan Peternak), Kelautan dan Perikanan serta kelestarian hutan dan Lingkungan.

“Sebagai Anggota DPR RI yang tentunya juga sebagai Anggota MPR RI, saya juga sudah mengadakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar di Dapil NTT 1, yaitu Manggarai Barat, Manggarai, Flores Timur, Ngada, Ende, Sikka, dan Nagekeo,” jelasnya.

Ia juga memaparkan laporan kinerjanya Selama tahun 2020-2022 yaitu
menghadiri rapat kerja Komisi IV baik dengan Menteri Pertanian, KKP, KLHK dan mengikuti berbagai kunjungan; di antaranya Kunker Komisi IV ke Bali, Indramayu, Manado, Danau Toba, Sukabumi, NTB, Medan, Jogya, Semarang dan Reses sudah dilaksanakan ke-3 Pulau yaitu Pulau Alor,
Pulau Lembata dan Pulau Flores (10 Kabupaten).

Adapun Dapil NTT I meliputi: Kabupaten Alor, Kabupaten Lembata, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, Kabupaten Ngada, Kabupaten Nagakeo, KabupatenManggarai Timur, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Barat.

Kepedulian Julie Sutrisno Laiskodat tak hanya ditunjukkan kepada daerah pemilihannya. Ia harus membagi cintanya kepada rakyat NTT di
daerah Pemilihan II. Bantuannya pun bermacam-macam, baik Alsintan dan pengembangan UMKM yang butuh sentuhan nyata di masa pandemi.

Seperti yang dilakukan di Kabupaten Sumba Barat, Julie menyerahkan 6 unit traktor untuk pengolahan lahan pertanian di 6 kecamatan di
Sumba Barat.

Bantuan traktor ini membuat para petani menangis terharu. Mereka
tidak pernah menyangka bisa mendapatkan bantuan itu dengan proses yang terbilang simpel. Karena pada beberapa tahun sebelumnya, para petani pernah masuk dalam daftar penerima bantuan traktor dari
pemerintah setempat. Namun ketika traktor datang, mereka justru dicoret dari daftar penerima.

Proses pengajuan bantuan traktor, kata dia, terbilang sangat memudahkan para kelompok tani. Para anggota kelompok
mengirimkan proposal itu melalui layanan pesan WhatsApp.

“Prosesnya sangat mudah dan tidak berbelit-belit. Mewakili para petani, saya menyampaikan kata hati mereka kepada
Bunda Julie Sutrisno Laiskodat. Mereka mengucapkan Limpah Terima
Kasih kepada Bunda karena sudah membantu kebutuhan para petani. Ini sangat luar biasa bagi para petani,” kata Yared mewakili para petani.

Sebagai isteri Gubernur NTT, Julie juga

mendapat tanggung jawab yang tak
kalah penting yakni sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Ketua Dekransda NTT, Bunda Baca Provinsi NTT, Bunda PAUD NTT, Ketua Kerjasama Internasional dan Kemitraan PMI Provinsi NTT, Wakil Ketua Umum III KONI Provinsi NTT dan aktif mempromosikan warisan Budaya Kain Tenun Ikat NTT sampai

ke kancah dunia Internasional.

“Jabatan yang saya emban ini berkat kepercayaan masyarakat yang harus sya jalankan dengan sebaik-baiknya. Saya
terus berusaha berbuat dan membantu masyarakat dengan berbagai macam cara termasuk menumbuhkan ratusan UMKM,” katanya.

Julie juga memberi bantuan berupa modal usaha, bantuan alat dan bahan untuk
menunjung tumbuh kembang UMKM serta menerapkan sistem beli putus bukan konsinyasi.

Selain itu, dari hasil penjualan hasil UMKM di Galeri Dekranasda NTT, ia juga memberikan andil PAD dari Dekranasda NTT.

Sebagai sosok yang konsen dalam menjaga warisan budaya dari nenek moyang NTT, ia mendorong pembelajaran tenun ikat dalam kurikulum Sekolah Menengah di NTT baik di Kejuruan (SMK) dan SMA Negeri.

Pendidikan vokasional juga ia gelorakan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, seperti di SMA Tobu, Kabupaten Timor Tengah Selatan( TTS) yang menerapkan program menenun dan kewirausahaan.

Dalam kunjungannya ke SMA Tobu, Julie
menyerahkan bantuan alat tenun serta membeli hasil karya tenun ikat yang dikerjakan oleh siswa SMA Negeri Tobu.

Bantuan tersebut, kata
Julie Laiskodat, sebagai dukungan terhadap pelestarian warisan intelektual leluhur, yaang menurutnya selama ini tenun ikat dominan
dikerjakan oleh mama-mama di kampung.

Masih berkenan dengan pelestarian tenun ikat, ia mendorong Siswa SMK untuk melakukan
inovasi membuat alat tenun yang bisa dilakukan oleh laki-laki. Inovasi
ini dilakukan oleh SMKN 4 Kupang.

Pada sebuah kesempatan, Julie juga memfasilitasi anak-anak putus sekolah dari 22
Kabupaten Kota di NTT untuk berlatih tenun ikat di SMKN 4 Kupang selama beberapa pekan. Para peserta pelatihan terdiri dari laki laki dan perempuan.

Dijelaskannya, untuk melestarikan tenun ikat perlu regenerasi kepada para pelajar pada pendidikan menengah. Oleh karena itu, dengan menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Dekranasda NTT membuat program pendidikan vokasi tenun ikat di sekolah-sekolah yang berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

“Program Tenun Ikat masuk sekolah adalah Pendidikan Vokasi, yaitu pendidikan yang mengacu kepada penguasaan keahlian terapan tertentu,” katanya.

Dorong Program Desa Model

Sebagai Ketua TP PKK NTT, Julie mendorong program Desa model melalui infiltrasi program pengentasan gizi buruk bagi balita dan ibu hamil.

Adapun bentuk dukungan untuk mencegah terjadinya stunting, dilakukan intervensi melalui program Pemberiaan Makanan Tambahan (PMT) di sejumlah Desa Model di NTT (ratusan desa model yang sudah melakukan program ini).

Ia mengaku, sebagai politis Partai Nasdem dalam jabatannya sebagai Ketua Teritorial
Pemenangan Pemilu Bali, NTB, NTT DPP Partai NasDem, merupakan amanah yang diberikan oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, sehingga dirinya terus melakukan konsolidasi partai di seluruh
pelosok NTT l.

Ia terlibat dalam pemenangan Pilkada

yang diusung oleh Nasdem seperti Pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kabupaten Sabu Raijua dan Pemilihan Wakil Bupati Kabupaten Ende.

Berkat tangan dinginnya, Nasdem meraih hasil yang memuaskan pada dua kabupaten
ini dengan meraih kemenangan.

Adapun rangkaian giat partai lainnya yakni Mengikuti Rakorsus Bidang IOK Partai Nasdem, Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama dengan DPW NasDem NTB, Pelantikan Pengurus Nasdem Kupang, Rapat Konsolidasi bersama NasDem Kupang, Ngada, Ende, Flores Timur, Pelantikan DPW NTB, Pelantikan DPD Lombok Barat dan Lombok Tengah-NTB, Pelantikan DPD NasDem Kabupaten Sumbawa Barat, Pelantikan DPC Buleleng, Bangli, Klungkung, Badung, Gianyar, Tabanan, Jembrana, Rakorwil NTT, Rakorwil Bali serta Menghadiri Peresmian NasDem Tower.

Sebagai kader Nasdem ia terus membumikan gerakan perubahan secara nyata di tingkat masyarakat.

Di bidang pertanian, ia membantu para
petani di Kabupaten Kupang, juga turun langsung ke kebun milik
kelompok tani dan memberikan bantuan berupa bibit yang berkualitas
dan modalnusaha.

Julie juga mendorong anak muda menjadi petani milenial, seperti yang ia lakukan di Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, dengan memboyong 6 orang (pria dan wanita) petani milenial dari desa Kotabes, kecamatan Amarasi ke kebun GS Organik.

Adapun GS organik yang sudah mendapat sertifikasi pelatihan pertanian organik ini, menggodok enam petani milenial ini selama sepekan. Mereka belajar menanam
menggunakan kalender tanam, pembuatan pupuk organik dan sejumlah keahlian yang berkaitan dengan pertanian. Seluruh biaya pelatihan dan akomodasi selama belajar di GS organik dibiayai oleh Julie Sutrisno Laiskodat.

Selama masa belajar, keenam petani
milenial ini diinapkan di hotel yang dikelola oleh SMK Pariwisata di Kota Kupang.

Terkait pelatihan itu, Julie Sutrisno Laiskodat berharap ke enam petani milenial menjadi corong dan mentor bagi kelompok milenial di Amarasi yang ingin mengembangkaan pertanian organik berbasis agrowisata.

Komentar

Tinggalkan Balasan