oleh

Politisi Nasdem, Fian Moa Mesi: “Politik Adalah Panggilan dan Perutusan”

TOKOH, InfoSenator.com– Ketika Politik diyakini sebagai jalan Panggilan dan Perutusan, maka sejatinya Politik adalah jembatan, ruang aspirasi, tonggak perjuangan, dan roh demokrasi bagi setiap insan politik.

Keyakinan itulah yang tertanam dalam diri Oktafianus Moa Mesi, ST saat memilih menggeluti dunia politik sejak 2007 silam, melalui Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) sebagai Sekretaris Partai yang memiliki visi keberpihakan dan kepedulian terhadap rakyat.

Sebelum menggeluti dunia politik, Fian (demikian sapaan akrabnya) terlibat aktif dalam Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan sebagai bekal berharga mengasah kemampuan diri, mental dan kepribadiannya.

Mengambil Jurusan Teknik Sipil pada Universitas Flores (Unflor) Ende-Flores, Fian juga mengemban kepercayakan sebagai Wakil Ketua Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (2003-2004).

Sementara dalam Organisasi Kemahasiswaan bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ende, Fian pernah menjabat Wakil Ketua Kaderisasi GMNI Cabang Ende (2003-2004) dan Ketua GMNI Cabang Ende Periode 2004-2006.

Berbekal ilmu di Kampus, pembinaan di Organisasi GMNI dan keyakinan diri untuk terus berproses, Fian lalu terlibat dalam Politik dengan menerima Kepercayaan sebagai Sekretaris Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) selama kurun waktu tiga tahun (2007-2010).

Selain berproses dalam dunia Politik bersama PPRN, Politisi kelahiran Ende, 5 Mei 1976 ini menjajal dunia kerja sesuai basic ilmunya, dengan menjadi Konsultan Teknik PT. SIEC Kupang Cabang NGADA (2007-2008).

Suami dari Rosita Elohim Olivier ini meyakini bahwa Politik merupakan jalan panggilan yang selalu melecut semangatnya saat menekuni dunia kerja dan profesi yang menantangnya.

Rekam Jejak Perjalanan Politik

Pilihan nurani untuk bergabung dalam Kepengurusan Ormas Nasional Demokrat (cikal bakal Partai NasDem) selama kurun 2010-2011, merupakan momentum paling berharga bagi ayah dari STEPHANIA GRACELLA RESI (7 tahun) dan GIOVANNY ARIEL MESI (4 Tahun) ini.

Mengapa tidak? Ormas Nasional Demokrat yang menjadi cikal bakal Partai NasDem itulah yang menghantar Fian menuju kursi legislatif, Anggota DPRD Ende Periode 2009-2014.

Resmi sebagai Politisi Partai Nasdem, sejak 2013-sekarang, Fian mengemban tugas sebagai Wakil Ketua OKK DPD Partai Nasdem Kabupaten Ende.

Lima Tahun menjadi penyambung aspirasi rakyat di lembaga DPRD Ende, merupakan sebuah momentum dengan harga yang mahal; yakni kepercayaan rakyat; saat Fian kembali bertarung dalam pemilihan legislatif Kabupaten Ende periode 2014-2019.

Di tengan konstelasi politik daerah dengan tensi persaingan yang kian ketat, Fian kembali mendapat amanat dan kepercayaan rakyat dengan merebut satu kursi DPRD Ende dari Partai Nasdem, periode 2014-2019.

Dua Periode menjabat kursi Legislatif DPRD Kabupaten Ende, merupakan sebuah catatan perjalanan dan pengabdian yang patut diapresiasi.

Rekam jejak (track-record) Politik, tentu tidak terlepas dari tingkat kepercayaan masyarakat. Salah satu tolok ukur kepercayaan masyarakat terhadap Politisi yakni integritas, kepedulian, keberpihakan dan tanggung jawab menjembatani aspirasi rakyat guna mencapai kebaikan bersama (bonum commune).

Meski diterpa berbagai tantangan dan tudingan, kritik dan sindir, Fian percaya bahwa ketegaran hati dan keyakinan diri menjadi spirit utama yang akan selalu menjiwai dedikasi dan karyanya sebagai Politisi.

Tahun 2019 merupakan moment pergolakan baru yang dirasakan Fian saat kembali memutuskan untuk bertarung memperebutkan satu kursi DPRD Ende periode 2019-2024.

Perubahan zona Daerah Pemilihan (Dapil) ternyata tidak menyurutkan animo dan tingkat kepercayaan masyarakat kepada Lulusan Teknik Unflor Ende ini.

Spirit Restorasi sebagai semangat perubahan Partai Nasdem yang mengusungnya, mampu menghantar Fian meraih satu kursi DPRD Ende Dapil II Periode 2019-2024 sekaligus Periode ketiga dalam karier Politiknya.

Politisi yang dikenal rendah hati, tampil apa adanya, sederhana dan mau mendengarkan keluhan masyarakat ini, akhirnya mampu menepis semua anggapan, kritik dan intrik yang dialamatkan kepadanya.

Meski demikian, Fian selalu percaya bahwa Politik adalah Rumah Bersama untuk menyatukan perbedaan, mencari titik solusi di tengah selisih, menjadikan ‘lawan’ Politik sebagai kawan kehidupan, serta meramu spirit untuk kemajuan dan kebaikan bersama.

“Ketika Politik diyakini sebagai jalan Panggilan dan Perutusan, maka kesetiaan kecil yang kita taburkan hari ini, akan menghantar kita menuai kepercayaan yang lebih besar (prinsip tabur-tuai, red). Politik adalah kondisi dinamis. Kita harus berani keluar dari zona kepentingan (sekat) yang membuat kita kerdil untuk berpikir maju dan bertindak besar,” kata Fian dalam sebuah kesempatan diskusi.

Politik sebagai Perutusan: Menjawab Tantangan, Meramu Harapan

Setiap Politisi tentu memiliki visi dan spirit besar untuk terus berpolitik sejauh kepercayaan masyarakat masih nomor satu.

Fian meyakini bahwa setiap Politisi mendapat kepercayaan yang sama untuk siap diutus ke tengah masyarakat; baik di lingkup daerah Kabupaten, Provinsi, maupun Pusat.

Spirit Perutusan itulah yang selalu menginspirasi Fian saat terlibat menjadi Sekretaris Konsorsium Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Flores, mitra Child Fund dengan wilayah kerja Ende, Sikka dan Flores Timur (Flotim) selama kurun waktu 2013-2014.

Terinspirasi oleh semangat para Politisi asal NTT yang terus berjuang di level Provinsi maupun Pusat, Fian mengaku regenerasi kader merupakan spirit semua Partai Politik dalam kultur demokrasi yang tengah kondusif ini.

“Politik adalah momentum lima tahunan, namun kerja-kerja politik adalah rutinitas harian. Dalam spirit Restorasi dan semangat Perutusan, apapun tantangan harus dijawab, apapun harapan perlu diramu dan dirangkul. Prinsipnya, saya berpolitik dengan nilai, dengan hati, dengan ketulusan untuk mengabdi,” tutup Politisi dengan jiwa Aktivis ini. (GuM)

Komentar

Tinggalkan Balasan