oleh

Tegas! KASPA Ingatkan Imigrasi Jangan Permainkan Kasus Roshni

JAKARTA – Komite Aksi Solidaritas Perempuan dan Anak (KASPA) kembali memperingkatkan Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi Indonesia agar tidak mempermainkan kasus yang menimpa warga Panama bernama Roshni Lachiram Parvani Sadhwani.

Ketua KASPA, Hasnu menduga kuat pihak Imigrasi sejauh ini terlibat dalam permainan pengurusan perpanjangan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) milik Roshni.

Roshni, kata dia, sengaja dipersulit dalam pemroses perpanjangan KITAP-nya yang sudah habis masa berlaku beberapa waktu lalu.

Aroma permainan di balik pengurusan KITAP Roshni ini mulai terkuak setelah muncul serentetan kejadian janggal yang menyelimuti proses pengurusan masa perpanjangan KITAP milik warga Panama itu.

“Indikasinya mulai terbaca mulai setelah adanya kesengajaan pemegang sponsor KITAP yang dalam hal ini suami Roshni, Prithvi Suresh Vaswani yang tidak mau menyerahkan dokumen KITAP milik Roshni. Padahal, perpanjangan KITAP hanya dapat dilakukan melalui persetujuan Sponsor dan bukti dokumen KITAP,” ujarnya kepada awak media, Senin (20/12).

Tidak hanya itu, indikasi persekongkolan antara pihak Imigrasi dengan Prithvi tampak dari upaya petugas Imigrasi yang beberapa kali mencoba mengejar Roshni dengan berbagai gertakan dan rayuan.

“Berdasarkan keterangan ibu Roshni, dirinya sempat ditawari opsi oleh petugas Imigrasi terkait perpanjangan KITAP-nya. Namun tawaran itu ditolak karena tidak sesuai dengan kehendak ibu Roshni,” terangnya.

Adapun tawaran yang dimaksud adalah soal penyerahan hak asuh anak yang saat ini sedang di tangan Roshni. Kedua anaknya, Akash Prithvi Vaswani Parvani (11) dan Prisha Prithvi Vaswani (3) memilih bersama ibunya karena pertimbangan kasih sayang dan perlakuan orang tua kepada anak-anak.

“Kedua anak memilih tinggal bersama ibu (Roshni), meskipun putusan banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memenangkan hak asuh anak jatuh ke tangan suami (Prithvi) yang mana membatalkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebelumnya yang memberikan hak asuh anak kepada Roshni,” paparnya.

Menurut Hasnu, cara yang coba dilakukan pihak Imigrasi diduga kuat ada intervensi dari Prithvi bersama kuasa hukumnya, Amir Syamsudin yang sengaja mempersulit perpanjangan KITAP Roshni agar Roshni bersedia menyerahkan kedua buah hati ke tangan Prithvi.

“Sayangnya, upaya tersebut selalu gagal, karena sejatinya ibu Roshni sendiri tidak rela kedua anak kesayangannya jatuh di tangan pengasuh yang salah. Apalagi kedua anak mereka masih berusia di bawah umur sehingga perlu pengasuhan intens dari ibunya,” ungkap dia.

Terkait perpanjangan KITAP, Roshni sendiri tidak ada unsur kesengajaan membiarkan KITAP-nya habis masa berlakunya. Sebab, pemegang sponsor yang dalam hal ini suami Roshni (Prithvi) justru sengaja menyembunyikan dokumen KITAP Roshni dengan alasan dokumen-dokumen tersebut telah hilang dan tidak tahu kemana.

Kasus ini smapai sekarang masih belum usai, sebab Roshni masih belum mendapatkan ruang yang fair untuk bisa mengurus atau mengganti Sponsor KITAP, mengingat dirinya telah diceraikan oleh Prithvi karena ada pihak ketiga yang mencoba mengusik biduk rumah tangga mereka.

Untuk itu, KASPA terus mendesak pihak-pihak terkait, mulai dari Menkumham Yasonna Laoly, Komisi III DPR RI, Duta Besar Panama dan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) agar dapat memberikan perlindungan hukum kepada Roshni. (Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan