oleh

DPD RI Harus Suarakan Bangun Monumen Noken di Papua

Editorial: Oleh. Fren Lutrun

Sudah 9 tahun UNESCO menetapkan dan mengakui Noken sebagai kekayaan dan identitas budaya Papua milik Indonesia dimata dunia Internasional, maka kita patut bangga dan merespons itu lebih khusus pemangku kebijakan di republic ini, maupun elemen rakyat seluruh Indonesia. Apa yang harus dibuat? Barangkali, Noken ini tidak lagi hanya dilihat sebatas cinderamata di emperan toko, melainkan ada tempat istimewa seperti monument di setiap pintu masuk akses public se tanah Papua.

Kita tau bahwa hampir sebagian besar pejabat di Negara ini paling sering menagih janji mereka kepada orang atau teman-teman mereka yang berkunjung ke tanah Papua. Apa yang dicari dari sana? Ternyata lebih banyak menagih Noken. Mereka tidak begitu tau banyak tentang Noken itu, tetapi begitu bangganya Ketika menggunakan Noken itu dalam setiap kesempatan berpemerintahan.

Sekilas kalau dilihat, Noken ini seperti sebuah tas kecil ada juga berukuran besar yang dianyam sendiri dengan tangan mama-mana Papua. Bahannya bermacam-macam. Noken ini multi fungsi. Bisa dipakai untuk apa saja, termasuk anak-anak yang masih bayi bisa dibawah menggunakan noken turun naik gunung, dan hampir Sebagian besar pejabat-pejabat asal Papua pernah berteriak-teriak di dalam Noken Ketika Ibunya membawa dengan menggunakan Noken itu. Itulah istimewanya Noken.

Anggota DPD RI Asal Provinsi Papua Barat, Mamberob Y. Rumakiek merespons itu dengan meminta perhatian pemerintah pusat dan daerah terkait pengakuan dunia internasional terhadap Noken sebagai salah satu identitas budaya Papua yang perlu diperhatikan.

“Noken sebagai milik dan identitas tujuh wilayah adat di Papua dan Papua Barat, namun sampai saat ini Noken belum mendapat tempat yang layak. Bahkan, mama-mana Papua sebagai pengrajin Noken atau mereka menjual Noken namun itu belum mendapat perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah. Padahal, semua orang menggunakan Noken sebagai sebuah kebanggaan dan ciri khas yang melekat sebagai orang Indonesia”, ungkap Mamberob di Gedung DPD RI pada kamis (16/12).

Menurutnya, sudah saatnya pemerintah Pusat menaruh perhatian serius terhadap Noken sebagai Identitas kebangsaan dari Papua.

“Kita lihat para pengrajin mereka bersusah payah menganyam dan menjual itu namun tidak ada tempat istimewa bagi mereka. Itu masih dijual di emperan toko dan jalan”, ungkap Mantan Ketum PP GMKI itu.

Terkait hal itu, Mambe, demikian ia disapa meminta kepada para kepala daerah di Papua dan Papua Barat, Gubernur maupun Bupati dan Walikota untuk segera merespon UNESCO yang telah menetapkan Noken sebagai salah satu identitas Indonesia yang sangat luar biasa. Maksud Mambe adalah setidaknya ada monument Noken yang dibuat, disetiap pintu-pintu masuk baik Pelabuhan dan bandara termasuk lokasi-lokasi strategis sebagai bentuk ciri khas Identitas Papua dan Umumnya untuk Indonesia yang dibanggakan.

Komentar

Tinggalkan Balasan